artikel persaingan bisnis

Saat ini, persaingan dunia bisnis menjadi semakin sengit dan sangat dirasakan oleh para pelaku bisnis di Indonesia, persaingan sudah mulai merambah ke banyak bidang industri, tidak hanya pada dunia retail. Kenyataan menunjukkan bahwa bidang industri lain juga sudah mulai bersaing secara ketat, antara lain industri telekomunikasi, yang saat ini sudah memiliki jumlah pelanggan telepon bergerak jauh melampaui pelanggan telepon rumah yang sudah dirasakan ‘tidak sesuai lagi dengan zamannya.

Mulailah perang urat syaraf dan perang harga terjadi lagi di industri ini baik melalui media cetak sampai dengan media elektronik, bahkan sampai persaingan banner dan billboard secara terang-terangan, saling menyerang. Tidak mau kalah, industri otomotif pun mulai masuk ke perhelatan dan persaingan bisnis yang mulai dirasakan cukup menyita perhatian, waktu dan strategi. Situasi yang terjadi saat ini adalah bahwa buying power yang dirasakan semakin melemah

Mau-tidak-mau, masyarakat awam memerlukan suatu solusi bagaimana mendapatkan fasilitas kepemilikan mobil secara lebih mudah dan terjangkau. Muncullah banyak usaha baru berupa perusahaan pembiayaan baik untuk pembiayaan kepemilikan kendaraan roda empat, roda dua, pembiayaan kepemilikan rumah, atau apa pun yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Hal itu sebaiknya menjadi perhatian dari para pelaku bisnis otomotif baik dari Korea Selatan, China, Jepang ataupun Eropa. Pada pembahasan kasus kali ini adalah sebagai contoh mobil Korea Selatan khususnya keluaran Hyundai atau lebih khusus dari Hyundai Mobil Indonesia, dengan merk dagang Hyundai.

Jadi kita melihat bahwa dalam merebut pasar, banyak yang harus dilakukan oleh para pelaku bisnis baik di dunia otomotif maupun industri lain, yaitu:

ü  Bangun citra yang sangat positif

ü  Miliki uniqueness dan speciality

ü  Menangkan pasar dengan memenangkan hati.

ü  Perbanyak hal-hal yang bisa mempengaruhi mind perception.

ü  Lebih banyak melakukan campaign yang membangun.

Adapun yang tidak boleh ditinggalkan adalah:

ü  Memberikan after-sales service yang baik dan berkesinambungan.

ü  Memberikan layanan premium bagi yang memerlukan dengan servis lebih.

ü  Servis 24 jam bila diperlukan.

ü  Kemudahan lain, tanpa merasa khawatir memiliki Hyundai.

ü  Jaminan adanya pasar sekunder bagi pasar mobil bekas Hyundai.

Sebagai pemerhati bisnis, kami mengamati bahwa sebut saja nama Atoz (baca A-to-Z bukan Atos) ini merupakan suatu mobil rakyat, mobil kecil yang sangat sukses dan digemari. Mobil ini menjadi kebanggaan saat itu karena belum ada mobil kecil yang lengkap, selengkap A-to-Z di Eropa. Mobil ini bisa masuk ke mana saja termasuk ke gang kecil, jalan kecil di Eropa dan menjadi Car of The Year pada zamannya

Sukses Atoz juga dirasakan di Indonesia, pada saat buying power rendah, semua harga mobil naik, Atoz malah menyediakan mobil mungil lengkap dengan kisaran harga di bawah Rp100 juta. Wow, meledak kembali Hyundai di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: